Rapat Koordinasi Bappeda Litbang Se-Kalimantan Utara Tahun 2025

Rapat Koordinasi Bappeda Litbang Se-Kalimantan Utara Tahun 2025

Rapat Koordinasi Bappeda Litbang Se-Provinsi Kalimantan Utara Tarahun 2025

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda-Litbang) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) teknis se-Kaltara. Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 November 2025 ini, dipusatkan di Kabupaten Tana Tidung sebagai tuan rumah.

Tahun ini, Rakor mengangkat tema yang sangat strategis, yaitu:

“Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Utara: Kolaborasi Bappeda dan Litbang Se-Kaltara dalam Meneguhkan Sektor Unggulan untuk Daya Saing Daerah”.

Fokus pada Diskusi Substantif

Kepala Bappeda-Litbang Provinsi Kaltara, Bertius, S.Hut, menegaskan bahwa agenda tahunan ini bukan sekadar seremonial. Rakor kali ini sengaja dirancang untuk menjadi wadah diskusi yang mendalam dan solutif demi menjawab berbagai tantangan nyata dalam pembangunan daerah.

Hadirkan Pakar Ekonomi dan Perencanaan

Untuk memperkuat pemahaman arah kebijakan dan mempertajam analisis para peserta, panitia menghadirkan dua narasumber berkompeten yang ahli di bidang ekonomi dan perencanaan pembangunan.

Kehadiran para pakar ini diharapkan dapat memberikan sudut pandang baru serta instrumen strategis bagi seluruh jajaran Bappeda dan Litbang se-Kaltara dalam menyusun program kerja yang lebih integratif, inovatif, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Poin Utama Hasil Rakor:

Kolaborasi Lintas Wilayah: Memperkuat sinergi program pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Fokus Sektor Unggulan: Memetakan dan mengoptimalkan potensi lokal (seperti pertanian, kelautan, dan industri hijau) sebagai motor utama ekonomi Kaltara.

Berbasis Data dan Riset: Menempatkan fungsi Litbang sebagai landasan ilmiah dalam setiap pengambilan kebijakan perencanaan.

Melalui rakor ini, komitmen bersama terjalin erat untuk membawa Kalimantan Utara menuju lompatan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *